COBA

Jumat, 21 Oktober 2011

Integrasi Pendidikan Anak

Pendidikan merupakan unsur terpenting dalam proses perubahan dan pertumbuhan manusia. Perubahan dan pertumbuhan kepada yang baik membutuhkan pendidikan yang “baik” pula. Pendidikan yang “baik” akan menghasilkan “output” yang baik. Untuk misi membangun Umat Islam, salah satu tugas yang diemban oleh Rasulullah Saw. adalah ta’lim
(mengajarkan atau mendidik).

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah).

Dari pendidikan yang dilakukan Rasulullah Saw. lahir pribadi-pribadi unggul sebagai output, yang kemudian pada akhirnya membentuk peradaban unggul ketika itu.

Umat Islam diproyeksikan untuk menjadi pemimpin peradaban. Sebagai Umat yang menebar kebaikan bagi sekalian alam. Sebuah misi yang tidak ringan dan membutuhkan pribadi-pribadi unggulan.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran: 110).

Pendidikan terhadap manusia sejatinya bersifat integral. Tidak ada terjadi ketimpangan antara satu aspek dengan yang lainnya. Kita pernah mengenal konsep IMTAK dan IPTEK yang merupakan sebuah upaya integrasi untuk menghasilkan SDM unggulan. Unggul secara moral spiritual maupun secara ilmu pengetahuan dan peradaban. Keterpaduan dalam pendidikan seperti ini bila berjalan dengan baik akan mampu menghasilkan orang-orang pintar yang baik atau orang-orang baik yang pintar. Dua tipe inilah yang diharapkan mampu menebar rahmat kebaikan bagi pihak lain. Dan dua tipe ini secara tersirat merupakan capaian dalam doa yang seringkali kita baca:
ربنا اتنا فى الدنيا حسنة  وفى الآخرة حسنة
Ya Allah karuniakanlah kami kebaikan baik di Dunia maupun di Akhirat. Mendapat kebaikan di Dunia dengan kepintaran, dan mendapat kebaikan di Akhirat dengan ketakwaan.
Banyak orang pintar yang tidak baik. Atau orang baik yang tidak pintar. Dua tipe ini sulit diharapkan untuk bisa menebar kebaikan dan manfaat bagi sesama, bahkan malah bisa berpotensi menjadi masalah (trouble maker).

Tipe orang pintar yang tidak baik bisa berpotensi merugikan orang lain. Sederet contoh kasus dalam hal ini, kasus para pejabat korup, kasus kebohongan publik, kasus mafia dan seterusnya. Adapun tipe orang baik yang tidak pintar, mereka berpotensi dimanfaatkan, dirugikan, atau bahkan dianiaya pihak lain.

Idealisme dan Tantangan
Upaya untuk menghasilkan pribadi unggulan merupakan tanggungjawab kita semua sebagai Umat Islam. Tanggung jawab setiap pihak, apakah pihak lembaga pendidikan, pihak keluarga orang tua, pihak sosial, dan seterusnya. Semuanya berperan.

Orang tua adalah pihak yang paling berperan dan bertanggungjawab dalam pendidikan anak-anak mereka agar menjadi pribadi-pribadi unggul. Anak yang saleh akan menjadi amal jariah bagi kedua orang tuanya. Betapa besar pahala yang diraih lantaran kesalehan atau bahkan kontribusi anak bagi masyarakat dan agamanya yang juga akan berbuah pahala bagi kedua orang tuanya.

Namun seringkali terdapat berbagai kendala dalam upaya pendidikan anak. Mulai dari kendala finansial, kendala lingkungan sosial atau bahkan kendala keluarga.

Diantara kendala yang bisa merusak pendidikan anak adalah kendala lingkungan dengan berbagai bentuknya. Di era informasi ini siapapun dengan sangat mudah untuk mengakses informasi lewat berbagai sarana. Media cetak dan elektronik sedemikian menggurita. Seringkali media lebih efektif dan berhasil dalam mendidik anak-anak kita. Media bisa mendidik pemikiran, gaya hidup, cara bergaul dan seterusnya.

Permasalahannya adalah jika anak-anak kita dididik oleh media dengan berbagai materi negatif dan destruktif, yang mengganggu pendidikan mereka. Mengarahkan pemikiran, gaya hidup dan seterusnya ke arah negatif bahkan menyimpang dari Islam. Dan media sebagai salah satu sarana perang pemikiran (alghazwu alfikry) musuh-musuh Islam untuk melumpuhkan Umat ini. Media seringkali menjadi sarana efektif bagi mereka.

Lingkungan yang berarti teman dan komunitas bergaul juga bisa mempengaruhi pendidikan anak kita. Rasulullah Saw. menjadikan sahabat sebagai pihak yang bisa mempengaruhi moral dan kebiasaan seseorang. Sabdanya berbunyi:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِطُ
Seseorang itu tergantung kepada kebiasaan cara hidup dan akhlak sahabatnya, maka setiap kalian perhatikanlah siapa teman yang digaulinya. (At Tirmidzi).

Persahabatan dan pergaulan bisa mempengaruhi seseorang. Kata pepatah Arab: Siapa yang berteman dengan tukang minyak wangi Ia bisa mendapatkannya cuma-cuma, dan siapa berteman dengan tukang besi, ia akan kecipratan baunya.

Cukup panjang masalah ini bila kita bahas secara utuh. Paling tidak kita  mengupayakan jalan keluar dari berbagai kendala ini dengan mengkondisikan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua dalam keluarga harus menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Selanjutnya mengkondisikan lingkungan dengan berbagai bentuknya, apakah teman, media, dan seterusnya. Kemudian memilih lembaga pendidikan bermutu bagi anak. Meskipun seringkali pendidikan bermutu juga menuntut finansial yang bermutu juga. Namun kendala yang ada jangan sampai mengaburkan atau bahkan melunturkan idealisme bagi pendidikan anak kita. Dalam literatur Islam ada kaedah:
مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ
Tujuan yang tidak bisa dicapai semuanya, jangan ditinggalkan semuanya.

Usaha maksimal dalam upaya pendidikan anak harus dilakukan sebagai tanggungjawab sekaligus aset bagi banyak pihak. Meskipun ada banyak kendala, kita memohon kepada Allah SWT akan hasil yang penuh berkah dariNya.


Ahmad Yani

0 komentar:

Poskan Komentar

WELCOME IN MY BLOG

WELCOME IN MY BLOG

musik

Pengikut