COBA

Sabtu, 22 Oktober 2011

Kiat Untuk Menjadi Pribadi Unggulan

Alloh ‘Azza wajalla adalah Dzat yang maha sempurna segala-galanya, maha luas tak terbatas pengetahuannya. Sangat pasti hanya Alloh lah Dzat yang maha memiliki segala keagungan, kemuliaan, dan keunggulan. Sangat beruntung bagi siapapu yang dikaruniakan oleh-Nya potensi dan bakat untuk unggul. Lebih beruntung bagi siapapun yang dikaruniakan kemampuan mengoptimalkan potensi dan bakatnya sehingga menjadi manusia unggul dan prestatif. Namun, sahabat-sahabat, betapa banyak pula orang yang cukup potensial tapi tidak menjadi unggul. Betapa banyak orang yang memiliki bakat terpedam dan tetap terpendam tak tergali karena tak tahu ilmu untuk mengoptimalkannya.
Umat Islam adalah salah satu contohnya, Sering kali dengan semangat menggebu kita ingin menjadikan umat Islam ini umat yang modern, tidak kampungan, tidak miskin, tidak kumuh, dan kata-kata minor lainnya. Tapi karena belum tahu ilmunya, hasilnya sangat jauh dari yang diharapkan. Padahal setiap orang pada dasarnya memili potensi untuk unggul termasuk kita, umat Islam.
Berikut ini beberapa kiat menjadi pribadi unggul dan prestatif.
1. Percepatan Diri
Yahya Bin Hubairoh, guru Ibnu Qayyim Al-Jauziah berkata “ Waktu adalah barang paling berharga untuk kau jaga. Menurutku, ia adalah barang yang paling mudah hilang darimu, “ Demikian ujarnya. Memang, bagi orang yang ingin memacu percepatan dirinya, maka tidak bisa tidak, waktu adalah kuncinya. Sebab, sesungguhnya waktu adalah hidup kita. Orang bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia siasiakan. Ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu,
Pertama, orang sukses yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, salah satu cirinya ia melakuka sesuatu hal yang tidak diminati oleh orang gagal.
Kedua, orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi denga kekecewaan dan selalu memuali sesuatu pada keesokan harinya.
Ketiga, orang hebat yaitu orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat, tidak ada hari esok. Dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja sesuatu kejahatan, tetapi sesuatu pembunuhan yang kejam.
Rosululloh bersabda, “ Pada setiap terbit Fajar ada dua malaikat yang menyeru-nyeru, wahai anak Adam, aku adalah hari yang baru dan aku datang untuk menyaksikan semua amalan kamu, oleh sebab itu manfaatkanlah sebaik-baiknya karena aku tidak kembali lagi sehinga hari pengadilan. (HR. Turmudzi) karenanya, mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kehidupan ini.
Oleh karena itu yang pertama dan utama yang harus dilakukan untuk menjadi pribadi unggul adalah pantang sia-sia. Kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti makan waktu, sedangka waktu itu sangat berharga. Tidak mungkin kita melakukan yang sia-sia (Mubazir), bukankah perbuatan mubazir itu adalah perbuatan setan. Alloh SWT berfirman, “ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya .(” QS. Al Israa : 27 ).
Lihatlah hidup keseharian kita, sering kali secara sadar atau tidak, telah melalaikan waktu. Anehnya tak jarang setengah mati kita menjaga sandal agar tak tak hilang di curi orang, tapi jarang menjaga waktu agar tidak dicuri denga hal yang sia-sia. Berapa banyak kita ngobrol sia-sia yang berarti kita maling waktu kita. Berapa banyak kita nonton TV, dan TV telah mencuri waktu kita. Maka, mulai sekarang pantanglah menyia-nyiakan waktu.
Ingatlah firman Alloh, “ Qad aflahal mu’minun. Alladzina hum fii shalaatihim khosyi’uun. Alladzi ‘annilaghwi mu’ridun. ( QS. Al-Muminun :23 (1-3). “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusu dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna. “ Artinya, Sholat yang terpelihara mutunya, khusu namanya yang dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga kualitas sholatnya. Itulah yang beruntung.
Jadi, pastikan waktu yang digunakan hanya diisi untuk memacu dan menempa kemampuan diri . Artinya setiap jam, setiap hari, setiap minggu, yang kita lalui harus selalu benar-benar ful manfaat. Dan lebih dari yang orang lain lakukan. Prinsipnya, pertama,waktu boleh sama tapi isi harus beda, dan kedua, sekarang harus lebih baik dari tadi. Itulah percepatan. Segala bentuk kemalasan ,keengganan harus dibuang jauh-jauh kalau ingin masa depan cerah. Bagi yang mendambakan keunggulan, jika melihat orang lain belajar lima jam sehari, maka dia harus punya bonus waktu belajar lebih dari lima jam seperti yang orang lain lakukan , artiny6a dia harus tahan belajar minimal tujuh sampai delapan jam sehari. Demikianlah, sebab salah satu ciri dari orang yang unggul adalah memiliki kebiasaan melakukan sesuatu dimana orang gagal enggan melakukannya
Maka, tidak ada waktu yang sia-sia. Ajaran Islam sangat menghormati dan menghargai waktu dan melarang kesia-siaan.Rasulullah bersabda , “Diantara tanda kebaikan akhlak manusia muslim itu adalah meninggalkan apa yang tidak perlu.” (HR Turmudji). Untuk itu , kalau saudara melakukan sesuatu , pikirkan manfaatnya. Tanyakan pada nurani, bagaimana kalau saya mati dalam keadaan melalaikan waktu, naudzubillah. Misalkan, mau nonton ke bioskop, tanyaka pada diri, manfaat engga nih ? bagaimana kalau saya mati lagi nonton di bioskop ? selalu di pikirkan agar jangan ada waktu yang tersia-sia. Setel tape, pastikan bahwa yang di dengar bukan yang sia-sia, yang melenakan jiwa, yang mengurangi semangat, apalagi nyanyian maksiat, naudzubillah . Pilihlah program atau acara yang dapat menambah kualitas keilmuan, wawasan dan pengalaman. Masih banyak acara lain yang lebih bermanfaat, bermutu, dan mengingatkan kita pada Alloh. Cobalah simak acara kajian ilmu, ceramah subuh, nasyid , atau nyanyian islami, serta tilawah Al-Qur’an. Sanagat pasti ada banyak hikmah yang dapat diambil.
Kalau lagi dongkol ingatlah bagaimana kalau lagi dongkol mati ? Kalau lagi sebel bagaimana kalau mati lagi sebel ? selalu piker-pikirkan ! Jangan sampai waktu terbuang percuma hanya untuk melakukan sesuatu yang sia-sia mau tidur, tiba-tiba ingat seorang ikhwan bagi akhwat, misalnya, pikirkan iih apa-apan iangat sama dia siapa tahu dia tidak ingat sama kita kan tekor. Mending ingat ke Alloh jangan sia-siakan waktu. Dalam segala hal buatlah program, perencanaan yang matang , cermat , dan rasional. Sehingga waktu kita efektip hanya digunakan untuk hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan dan mutu diri.
2. Sistem Yang Kondusif
Misalkan, ada dua ekor kupu-kupu. Kupu-kupu yang satu masuk kedalam mobil dan mobil pun melesat maju. Sedangkan kupu-kupu yang satunya tidak masuk kedalam mobil melainkan terbang menggunakan sayapnya. Lalu ukur dalam waktu lima menit, mana yang lebih dulu sampai ketujuan ? jelas akan tanpa beda kecepatan maupun jarak tempuhnya . Kupu-kupu yang terbawa mobil, dan mobilnya melaju kencang akan jauh lebih cepat sampai ke tempat tujuan dari pada yang terbang sendiri .
Tapi kalau mobilnya berhenti atu mogok, maka mungkin saja yang lebih cepat adalah yang terbang sendiri, dan kupu –kupu yang masuk mobil dia akan rugi. Bahkan kalau mobilnya mundur dia akan ketinggalan lebih rugi lagi. Artinya system yang kita masuki itu akan sangat-sangat mempengaruhi percepatan diri kita. Salah dalam memilih system memilih lingkuangan, maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka, barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus mencari sistem lingkungan dan teman-teman yang berkualitas sistem yangmemiliki ke unggulan lebih dari standar biasa, lingkungan yang memulikan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apabila kita masuk sistem seperti ini, maka imbasnya adalah pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkatrol untuk menjadi unggul dan bermutu .
Lembaga atau organisai yang memiliki system yang unggul, banyak yang telah dapat membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat. Akabri ,siapa pun orang tahu bahwa seorang pemuda yang dalam bebeapa bulan saja masuk ke Akabri, akan sangat jauh berbeda dengan pemuda sebayanya yang tidak masuk sistem di Akabri. Bayangkan selama tiga tahun ,yang satu didik ,digembleng,ditempa berbagai macam disiplin ala militer di Akabri, sedang yang satu hanya diam tinggal di lingkungan tanpa ada penambahan keilmuan dan pengalaman, maka hasilnya pun jelas beda yang satu jauh melesat beberapa puluh langkah, sedang yang satu hanya beberapa langkah saja.
Padahal asalnya sama tamatan SLTA, namun sistem yang berbeda telah menghasilkan produk yang berbeda pula. Hal ini karena Akabri dengan pendidikan gaya militer dengan berbagi aturan dan perintah yang sangat ketat, disiplin, dan tegas serta kepatuhan pada komandan yang luar biasa, yang kebiasaan ini tentu saja tidak terdapat dalam komunitas sipil. Sistem inilah yang menempa para taruna di Akabri sehingga memiliki kemampuan lebih di banding dengan pendidikan di luar sistemnya.
Contoh lain, misalnya seorang anak yang masuk ke pondok pesantren Gontor Ponorogo akan sangat berbeda kemampuan bahasa Arab, Bahasa Iggrisnya dengan anak sebayanya yang masuk Gontor atau lulusan SMU yang masuk perguruan tinggi semacam ITB, UI, dan UGM akan sangat jauh berbeda dengan mahasiswa di perguruan tinggi lain yang memiliki sistem yang berbeda . Itulah pengaruh sistem.
Maka ,kalau ingin memiliki pribadi unggul , tangguh , dan prestatif , pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan . Sebab , salah dalam memilih lingkungan , salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan . Ingatlah pepatah, ‘Bergaul dengan tukang minyak wangi akan terbawa wangi dan bergaul dengan pandai besi akan terbawa bau bakaran.”. Wallohu a’lam bishawab. (fzyqn)[manajemenqolbu.com]***
ManajemenQolbu.Com : Sahabat-sahabat, jika kita salah dalam memilih teman ,salah dalam memilih lingkungan , salah dalam memilih sistem ,berarti kita telah salah dalam memilih masa depan . Sebab bergaul dengan metal akan kebawa metal ,bergaul dengan tukang pacaran akan terbawa pacaran , bergaul dengan santri akan kebawa nyantri , begitulah. Maka,carilah lingkungan atau sistem yang baik , yang dapat mengkatrol tata nilai kehidupan kita menjadi lebih baik.
3.Berdaya Saing Positip
Kiat menjadi unggul yang ketiga adalah memiliki naluri berdaya saing positip. Dalam setiap kesempatan dan lingkungan, kita harus memiliki naluri berdaya saing positif kalau tidak pasti kita akan berat menghadapi hidup ini. Majalah panji pernah memberitakan bahwa dalam beberapa tahun lagi univrsitas-universitas luar negri : Oxford Harvard UCLA, Stanford dan universitas beken lainnya akan masuk ke Indonesia. Kenyataan ini membuat miris beberapa perguruan tinggi. Sikap ini nampaknya dipicu oleh kenyataan adanya kesenjangan kualitas PT dalam negeri dan PT luar negeri.
Bagai PT dalam negeri yang tak memiliki mental berdaya saing positif, ketika pergurua tinggi semacam universitas Stanford masuk misalnya aka membuat mereka jadi panik, kalangkabut, karena takut kesaingan . Melihat sesuatu yang sama atu yang lebih darinya, maka akan di anggap sebagia sebuah ancama yang seolah-olah aka menghancurkannya.
Namun yangmemilki mental bersaing secara positif, hal itu justru akan di tanggapi dengan senang hati, seolah-olah dia mendapat separing patner yang akan memacunya lebih berkualitas lagi.”Sebab bagi mereka yang tidak diberi pesaing, kadang-kadang tidak membuat mereka maju. “
Demikian kata seorang pakar. Pepatah mengatakan bahwa,lebih baik jadi juara dua diantara para juara umum,daripada jadi juara satu dari yang lemah , atau juara utama dari yang terbodoh. Karena yang terpeenting bukan jadi juaranya , tapi bagaimana kita memompa kemampuan optimal dalam hidup. Lebih baik juara diantara para juara daripada juara diantara yang kalah. Tidak usah risau bila kita jadi juara dua kalau lawan-lawan kita adalah lawan yang tangguh.
Makanya,saya sangat keberatan pada sikap kita terhadap etnis Cina atau Tionghoa. Misal, dengan menghina dan mencacinya. Sangat pasti dengan menghina itu tidak akan menyelesaikan masalah , tidak akan menambah keunggulan , dan kemampuan kita. Tapi,cobalah renungkan ! Kenapa dia hidup keduniaanya dapat begitu sukses. Ingatlah bahwa Alloh-lah yang menakdirkan mereka (etnis Tionghoa.red ) ada di Indonesia dengan peran utamanya adalah untuk men-triger,memacu, dan mendorong kita untuk dapat hidup lebih dari mereka.
Majunya bisnis ethnis Cina yang menguasai perekonomian Indonesia saat ini, bagi pendengki yang muncul adalah keki, sebel,dan iri hati. Dan nampaknya, dia baru bisa sebel, dongkol,keki,dan tidak bisa bersaing. Sikap ini memperlihatkan kelemahan dan kebodohan sendiri. Sahabat Nabi SAW, Zaid bin Sabith itu belajar tulis-menulisnya dari seorang Yahudi. Dalam sebuah hadist pula Rasulullah bersabda, “Carilah ilmu sampai ke negeri Cina.” Jadi, harusnya justru kita belajar kepada mereka, bagaimana mereka bisa sampai sukses seperti itu . Harus mau belajar kepada yang lebih dari kita, walau ia non Muslim sekalipun. Yang penting adalah bagaimana nanti mngemasnya menjadi sebuah ilmu yang bernuansa Islam, sesuai dengan tuntunan syariat.
Sahabat-sahabat sekalian, janganlah suka sebel melihat bintang kelas, justru pelajari bagaimana ia bisa jadi bintang kelas dan harus mampu dan meenekadkan diri untuk dapat lebih baik dari dia. Jadi orang-orang yang suka iri hati, sebel, dongkol kepada prestasi orang lain, biasanya tidak akan unggul. Berani bersaing secara sehat dan positip adalah kunci menuju gerbang kesuksesan.
4. Mampu Bersinergi (Berjamaah)
Steven R. Covey, mencantumkan sinergi sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan yang sangat efektif. Dalam sinergi atau berjamaah akan tercermin perbedaan nilai tiap individu yang kalau kita mampu mngelolanya akan melahirkan sebuah team work yang solid. Dimana nanti hasilnya akan jauh lebih besar, lebih dahsyat, atau lebih unggul dibandingkan kalau dilakukan sendiri-sendiri.
Masih ingat kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang yang bulan Agustus 1945 luluh lantak oleh bom Atom sekutu? Ya,ingatkan kita akan segera menerawang , ketika bagaimana sebuah benda yang besarnya tidak lebih dari tubuh manusia itu bisa meratakan hektaran luas kota dengan hanya satu kali ledakan yang sangat dahsyat.
Menurut para ahli fisika, ledakan dahsyat ini terjadi karena adanya sinergi , yaitu sinergi antara atom yang bersinggungan dengan atom yang lain. Atom yang bersinggungan ini bersinggungan pula dengan atom yang lainnya , begitu seterusnya sehingga dalam waktun yang beberapa detik saja jutaan bahkan miliaran atom telah saling bersinggungan, yang akibatnya menghasilkan benturan antar kekuatan yang satu dengan kekuatan lain yang sangat luar biasa dahsyatnya . Makin besar kekuatan sinerginya dalam setiap kali berinteraksi dengan yang lain , maka akan makin besar pula kemampuan yang dihasilkan. Itulah kunci unggul. Jadi kalau ingin unggul , nikmati hidup berjamaah.
Karena seorang yang pintar bertemu dengan yang pintar akan bertambah pintar . Katakanlah kepintaran kita adalah empat , lalu berkumpul bersama dengan yang pintarnya tiga, maka kepintaran kita akan lebih bertambah dan akan lebih bagus. Sinar laser dapat menembus benda-benda tertentu karena sinar laser terdiriu dari dari gelombang-gelombang yang memiliki harmoni yang sama, yang akhirnya ia dapat menembus baja yang tidak mungkin ditembus oleh sinar biasa.
Maka dalam Islam 1+1 bukan 2 tapi 11 harusnya kalau kita ingin unggul seperti itu. Kita harus hidup berjamaah , harus senang hidup berjamaah dengan yang lain. Dan ini akan menjadi kekuatan untuk menjadi unggul. Untuk itu ,berjamaahlah,tapi berjamaahlah dengan yang positip karena adakalanya jemaah itu juga saling melemahkan , saling melumpuhkan. Jadi,kalau suatu waktu ketemu dengan tukang tambal ban, haruslah pertemuan itu jadi sumber ilmu, jadi sinergi buat kita. Tidak perlu jadi tukang tambal ban , tapi kalau punya modal lalu tahu dari si tukang tambal ban tentang dunia tambal ban maka kita dapat memodali orang yang nganggur, yang belum punya kerjaan untuk jadi tukang tambal ban. Tinggal carikan tempat yang bagus , cari kawan suruh magang , didik sebentar , suruh buka bengkel , lalu buat pembukuan yang bagus. Inilah yang dimaksud sinergi.
Maka, lakukanlah branchmarking (studi banding) ke institusi lain sebagai bahan bandingan, dan ini sangat penting. Hal ini agar pemikiran kita terus terus berkembang kemampuannya, tidak mandeg atu disitu-situ saja. Oleh karena itu, jangan remehkan siapapun, setiap ketemu orang harus jadi sarana perubahan dan penambahan wawasan bagi kita. Jangan merasa pintar sendiri kalau kita sudah merasa yang terbaik , yang terbagus ,yang paling pintar, maka sebenarnya kita telah jadi yang terbloon.
5. Manajemen Qalbu
Tidak bisa tidak , bagi pribadi yang ingin unggul dan prestatif maka dia harus mampu mngendalikan suasana hatinya. Karena orang itu tergantung suasana hatinya. Kalau hatinya gembira , maka dia gembira , kalau hatinya , kalau hatinya sedih maka sedihlah dirinya, kalau hatinya lagi dongkol, ngambek , maka seperti itulah dirinya . Semua tergantung suasana hatinya. Maka, bagi orang yang tidak mampu mengelola hatinya akan kerepotan dalam menghadapi hidup ini.
Rasulullah SAW bersabda,”Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak,niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati.”(HR Bukhari -Muslim) Dalam organisasi kita harus mampu mengelola konflik. Ingat, konflik bukan untuk dihindari atau dihilangkan , konflik adalah untuk dikelola agar menjadi sebuah kekuatan yang positip. Banyak fakta membuktikan bahwa rubuhnya organisasi itu karena pengelolaan hati para pengurusnya kurang baik . Waktu ngantor yang harusnya dihabiskan untuk menyelesaikan tugas kerja , biasanya habis dengan hal-hal yng tidak perlu, 2jam dongkol, 1jam iri, 3jam dengki ,2jam enek , yang ujung-ujungnya enggak kerja, malah di kantor justru banyak terjadi intrik-intrik yang mengganggu kinerja perusahaan. Inilah prilaku-prilaku perusahaan yang kontra produktif akibat salah urus dari manajemen kalbu-nya.
Ingatlah pepatah,”Kekayaanku adalah hatiku, apapun yang engkau lakukan , yang penting adalah jangan kau curi hatiku.” Maka orang yang mampu menghayati pepatah ini, suatu waktu misalnya, mobilnya rusak atau mogok , lalu orang lain meledeknya , mengolok-oloknya, maka dia tak akan ambil pusing. Orang menghina, biarkan saja! Suara-suara dia, mulut-mulut dia, mengapa mesti pusing-pusing. Sebab kalau kita sudah sebel ke seseorang berarti kita telah menghabiskan banyak energi untuk memikirkannya. Kita akan disiksa dongkol ,sebel, dan enek. Padahal yang disebelinya sedang tidur enak, rugikan ? Lihat dia makan enak, kita jadi enek, ujung-ujungnya kita engga makan-makan.
Selamat menderita bagi orang yang busuk hati . Maka,bagi saudara-saudara yang yang tidak bisa menata hatinya, waktu kita akan habis meladeni kebusukan hati kita ini. Kita akan terhambat, tidak akan berprestasi karena energi kita habis untuk memikirkan orang lain Naudzhubillah. Untuk dapat mengelola hati dengan baik maka bekal yang utama adalah ilmu, ingatlah konsep perubahan. Seseorang itu berubah bukan karena tahu, tapi karena paham.
Orang bisa paham karena ada informasi atau ilmu. Bagaimana kita dapat membersihkan hati ini jika tidak tahu ilmu tentang hati? Maka, dari sekarang sisihkanlah waktu, tenaga, biaya untuk mempelajari ilmu tentang hati kita ini. Ingat ! Bukan untuk tahu , tapi untuk paham . Setelah tahu ilmunya , maka kita harus Riyadhah (latihan). Berlatih keras , mujahadah (sungguh-sungguh) untuk mengatasi segala kebusukan hati ini. Menahan marah , menahan mulut, menahan pandangan , menahan pendengaran , menahan perut dari yang haram dan berlebihan , dan lain sebagainya. Bagi mereka yang jago dalam manajemen kalbu-nya, maka selamat menjadi pribadi unggul. Wallahu a’lam bisshawab

0 komentar:

Poskan Komentar

WELCOME IN MY BLOG

WELCOME IN MY BLOG

musik

Pengikut