COBA

Minggu, 01 Januari 2012

Mahasiswa Fakultas Hukum UGM Belajar Public Speaking

YOGYAKARTA | DNA - Kemampuan berbicara mutlak untuk dikuasai mahasiswa dan lulusan Fakultas Hukum (FH). Sangat aneh jika mahasiswa dan lulusan fakultas ini tidak dapat berbicara di depan publik. Kunci pertama yang harus dimiliki seseorang ketika berbicara di depan publik ialah percaya diri.

"Kalau orang hukum tidak bisa ngomong kan aneh, tapi saya yakin mahasiswa FH UGM kemampuan public speaking-nya bagus semua," kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM yang juga CEO Absiheka Training Center, Dr. Ida Rochani Adi, S.U., dalam Workshop Public Speaking dan Pengembangan Diri Membentuk Pribadi Unggulan, yang diadakan oleh Law Career Development Center (LCDC) Fakultas Hukum UGM.

Tidak hanya masalah percaya diri, dalam workshop itu Ida juga menyampaikan beberapa faktor penting dalam public speaking. Faktor-faktor yang dimaksud ialah faktor verbal dan nonverbal. Dijelaskan Ida bahwa suara, postur, gerak tubuh, sorot mata, napas, dan hal-hal lainnya menjadi faktor nonverbal yang paling banyak diperhatikan oleh audience. �Banyak audience yang tidak menyukai orang dengan jenis pitch yang tinggi� tambah Ida.

Ida mengatakan hal-hal semacam itu dapat dilatih, bukan tidak dapat diubah. Dalam workshop ini, Ida juga mengajarkan hal-hal yang bersifat teknis, seperti pengambilan suara melalui mulut dan memakai pernafasan perut ketika berbicara, mengatur intonasi dalam berbicara, dan hal-hal teknis lainnya.

Sebelumnya, Dani Krisnawati, S.H., M.Hum. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum UGM mengatakan kemampuan public speaking bagi sarjana hukum menjadi sangat penting karena kemampuan berbicara menjadi senjata bagi orang hukum dalam menunjang kariernya di masa depan. "Diharapkan nantinya para sarjana hukum tidak hanya mampu berbicara saja, tapi juga mampu berkomunikasi dengan baik," kata Dani pada sambutan pembukaan workshop.

0 komentar:

Poskan Komentar

WELCOME IN MY BLOG

WELCOME IN MY BLOG

musik

Pengikut