COBA

Senin, 21 November 2011

Beberapa hewan dari jenis mamalia, reptil, bahkan ikan mampu untuk melayang di udara. Terbang di sini maksudnya adalah melayang dalam waktu yang cukup lama (tidak sekedar melompat) di udara. Berikut adalah daftar 9 hewan yang mampu terbang (melayang) seperti burung di udara. FLYING FISH Ditemukan di semua samudra, ikan terbang menggunakan sirip dada besar mereka untuk meluncur 50 meter di atas air ketika terancam oleh predator. Untuk mencapai udara, ikan terbang akan mengepakkan ekor mereka 70 kali per detik. Ekor ini juga digunakan untuk menekan air untuk memungkinkan ikan ini meluncur beberapa saat di udara sebelum turun ke laut. Ikan terbang dapat lebih lama melayang di udara dengan meluncur mengikuti arus udara dan laut yang kuat. FLYING SQUID Ketika melarikan diri dari predator, cumi melompat terbang dari laut dan bisa tetap melayang di udara hingga beberapa meter. Untuk mencapai udara, cumi akan meniup keluar air untuk membawanya keluar dari laut. Karena itu, cumi ini dianggap hewan jet yang memiliki kemampuan mendorong seperti jet. Sirip kecilnya dapat membantu untuk memberikan keseimbangan selama meluncur. GLIDING LIZARD Kadal ini seperti makhluk naga yang legendaris, hanya saja ia tidak menyemburkan api. Hewan ini mempunyai panjang hanya 9 cm, dengan ekor lebih panjang dari tubuhnya. Kadal ini menggunakan penutup kulit di bawah lengannya yang memungkinkan untuk melayang dari puncak pohon ke puncak pohon lainnya. Makanannya adalah serangga. Hidupnya selalu di atas pohon, hanya ketika sudah menemukan pasangan saja, kadal ini meluncur turun ke dasar hutan untuk meletakkan telur-telurnya. FLYING GECKO Tokek terbang memiliki jarring-jaring dari membran yang meliputi tubuh mereka, yang memungkinkan mereka untuk melayang di udara dan melekat pada pohon sewaktu mendarat. Cicak terbang bergantung pada kamuflase untuk melindungi diri dari predator, seperti laba-laba besar. FLYING FROG Katak terbang mempunyai kaki berselaput dan penutup kulit yang memungkinkan untuk bergerak secara aerodinamis melalui pohon-pohon di hutan. Bahkan katak terbang menghabiskan seluruh keberadaan mereka di pohon-pohon, hanya turun untuk kawin dan bertelur. Katak terbang menyamarkan diri di daun lingkungan mereka, meminimalkan ancaman predator, dan memungkinkan mereka untuk berburu serangga. FLYING LEMURS Flying lemur, atau dikenal sebagai Flying lemur dari Filipina, memiliki kaki berselaput besar dan ekor kaki panjang, yang dihubungkan oleh membran pada anggota tubuh depannya. Makhluk malam ini dulu pernah diburu untuk dikonsumsi sebagai salah satu menu makanan yang lezat, tetapi baru-baru ini telah diletakkan pada daftar spesies langka. SQUIRREL GLIDER Dianggap punah sejak tahun 1939, hanya saja baru-baru ini baru dikonfirmasikan bahwa tupai peluncur masih hidup, tinggal di hutan kering Selatan, Australia Timur. Tupai peluncur adalah poligami marsupial yang memakan buah-buahan dan kacang-kacangan, dan bersembunyi dari rubah dan burung hantu. FLYING SNAKE Tanpa sayap, sirip, atau anggota badan, ular terbang ini mampu pindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan melompat dan melayang. Jadi ketika di pohon, ular terbang ini bergerak ke ujung cabang. Di sini ia mengangkat tubuhnya, mengisap dalam-dalam perut dan tulang rusuk yang menonjol keluar sehingga berbentuk cekung. Lalu ia menghentakkan ekornya, ular terbang meluncur bebas di udara untuk mencapai cabang berikutnya. Ular terbang beracun, tinggal di Asia Selatan, dan sering menikmati mangsanya yang benar-benar bisa terbang seperti burung dan kelelawar. GLIDING ANT Semut ini sangat bergantung dari kecepatan angin dan udara untuk dapat melayang. Namun mereka juga mampu menavigasi dengan baik dan dapat mengatur ke arah mana mereka akan melayang dan mendarat.


Persaudaraan ternyata tidak hanya berlaku bagi satu spesies saja. Kedua spesies ini (Kucing dan Tupai) ternyata juga bisa menjalin rasa persaudaraan yang sangat erat diantara keduanya, setidaknya untuk individu-individu di bawah ini. Lihatlah foto-foto lucu antara kedua binatang di bawah ini.
kucing-tupai-01
kucing-tupai-02
kucing-tupai-03
kucing-tupai-04
kucing-tupai-05
kucing-tupai-06
kucing-tupai-07
kucing-tupai-08
kucing-tupai-09

Hewan-Hewan Yang Mampu Terbang Seperti Burung


Beberapa hewan dari jenis mamalia, reptil, bahkan ikan mampu untuk melayang di udara. Terbang di sini maksudnya adalah melayang dalam waktu yang cukup lama (tidak sekedar melompat) di udara. Berikut adalah daftar 9 hewan yang mampu terbang (melayang) seperti burung di udara.
  1. FLYING FISH

    Flying Fish
    Ditemukan di semua samudra, ikan terbang menggunakan sirip dada besar mereka untuk meluncur 50 meter di atas air ketika terancam oleh predator. Untuk mencapai udara, ikan terbang akan mengepakkan ekor mereka 70 kali per detik. Ekor ini juga digunakan untuk menekan air untuk memungkinkan ikan ini meluncur beberapa saat di udara sebelum turun ke laut. Ikan terbang dapat lebih lama melayang di udara dengan meluncur mengikuti arus udara dan laut yang kuat.
  2. FLYING SQUID

    FLYING SQUID
    Ketika melarikan diri dari predator, cumi melompat terbang dari laut dan bisa tetap melayang di udara hingga beberapa meter. Untuk mencapai udara, cumi akan meniup keluar air untuk membawanya keluar dari laut. Karena itu, cumi ini dianggap hewan jet yang memiliki kemampuan mendorong seperti jet. Sirip kecilnya dapat membantu untuk memberikan keseimbangan selama meluncur.
  3. GLIDING LIZARD

    GLIDING LIZARD
    Kadal ini seperti makhluk naga yang legendaris, hanya saja ia tidak menyemburkan api. Hewan ini mempunyai panjang hanya 9 cm, dengan ekor lebih panjang dari tubuhnya. Kadal ini menggunakan penutup kulit di bawah lengannya yang memungkinkan untuk melayang dari puncak pohon ke puncak pohon lainnya. Makanannya adalah serangga. Hidupnya selalu di atas pohon, hanya ketika sudah menemukan pasangan saja, kadal ini meluncur turun ke dasar hutan untuk meletakkan telur-telurnya.
  4. FLYING GECKO

    FLYING GECKO
    Tokek terbang memiliki jarring-jaring dari membran yang meliputi tubuh mereka, yang memungkinkan mereka untuk melayang di udara dan melekat pada pohon sewaktu mendarat. Cicak terbang bergantung pada kamuflase untuk melindungi diri dari predator, seperti laba-laba besar.
  5. FLYING FROG

    FLYING FROG
    Katak terbang mempunyai kaki berselaput dan penutup kulit yang memungkinkan untuk bergerak secara aerodinamis melalui pohon-pohon di hutan. Bahkan katak terbang menghabiskan seluruh keberadaan mereka di pohon-pohon, hanya turun untuk kawin dan bertelur. Katak terbang menyamarkan diri di daun lingkungan mereka, meminimalkan ancaman predator, dan memungkinkan mereka untuk berburu serangga.
  6. FLYING LEMURS

    FLYING LEMURS
    Flying lemur, atau dikenal sebagai Flying lemur dari Filipina, memiliki kaki berselaput besar dan ekor kaki panjang, yang dihubungkan oleh membran pada anggota tubuh depannya. Makhluk malam ini dulu pernah diburu untuk dikonsumsi sebagai salah satu menu makanan yang lezat, tetapi baru-baru ini telah diletakkan pada daftar spesies langka.
  7. SQUIRREL GLIDER

    SQUIRREL GLIDER
    Dianggap punah sejak tahun 1939, hanya saja baru-baru ini baru dikonfirmasikan bahwa tupai peluncur masih hidup, tinggal di hutan kering Selatan, Australia Timur. Tupai peluncur adalah poligami marsupial yang memakan buah-buahan dan kacang-kacangan, dan bersembunyi dari rubah dan burung hantu.
  8. FLYING SNAKE

    FLYING SNAKE
    Tanpa sayap, sirip, atau anggota badan, ular terbang ini mampu pindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan melompat dan melayang. Jadi ketika di pohon, ular terbang ini bergerak ke ujung cabang. Di sini ia mengangkat tubuhnya, mengisap dalam-dalam perut dan tulang rusuk yang menonjol keluar sehingga berbentuk cekung. Lalu ia menghentakkan ekornya, ular terbang meluncur bebas di udara untuk mencapai cabang berikutnya. Ular terbang beracun, tinggal di Asia Selatan, dan sering menikmati mangsanya yang benar-benar bisa terbang seperti burung dan kelelawar.
  9. GLIDING ANT

    GLIDING ANT
    Semut ini sangat bergantung dari kecepatan angin dan udara untuk dapat melayang. Namun mereka juga mampu menavigasi dengan baik dan dapat mengatur ke arah mana mereka akan melayang dan mendarat.

Ketika Ibu Simpanse Bersedih Atas Kematian Anaknya


Ilmuwan terkejut ketika melihat adegan mengharukan dari seekor induk simpanse yang sedang berduka. Gambar-gambar mengejutkan yang menunjukkan bagaimana simpanse berduka sama seperti manusia ketika anak yang dicintainya itu menghembuskan nafas terakhir.
Ilmuwan sudah tahu bahwa ibu simpanse membangun hubungan fisik yang dekat dengan anak-anak mereka. Ibu simpanse membawa anak mereka dalam pelukannya sampai dua tahun. Mereka menyusui mereka anaknya sampai berusia enam tahun.
Tapi, sekarang ilmuwan tahu bahwa simpanse ternyata juga bersedih ketika anaknya mati. Ilmuwan berhasil memfilmkan bagaimana kesedihan seorang ibu simpanse yang ditinggal mati oleh anaknya yang baru berusia 16 bulan. Simpanse itu meratapi kepergian anaknya dengan caranya sendiri.
Ibu simpanse itu terus membawa jasad anaknya untuk lebih dari 24 jam. Setelah itu, ibu simpanse lembut meletakkan jasad anaknya di tanah. Kemudian dari jarak dekat, dia memandangi wajah anaknya.
simpanse-bersedih-1
simpanse-bersedih-2
Ibu simpanse menggendong jasad anaknya satu hari lebih
Secara berkala ia kembali ke tubuh anaknya. Si ibu simpanse itu menyentuh lembut wajah dan leher anaknya dengan jari-jarinya untuk memastikan apakah anaknya memang benar-benar telah tiada.
Dia kemudian memanggil satu simpanse dari kelompoknya untuk meminta pendapat kedua soal kematian anaknya. “Pada hari berikutnya, simpanse telah meninggalkan tubuh anaknya,” tulis laporan Institut Psikolinguistik Max Planck.
Dr Katherine Cronin dan Edwin Van Leeuwen bersama Prof Mark Bodamer dari Universitas Gonzaga (Washington) dan Innocent Chitalu Mulenga mengambil gambar ibu simpanse itu di Chimfunshi, Zambia. Cronin mengatakan penelitian ini memberikan wawasan unik mengenai bagaimana simpanse meratapi kesedihannya.
“Setelah menggendong mayat bayinya selama lebih dari satu hari, ibu simpanse meletakkan tubuh anaknya di lapangan,” kata Cronin. “Dia berulang kali mendekati tubuh anaknya. Jari-jarinya menempel pada wajah dan leher bayi selama beberapa detik.”
Ibu simpanse tetap dekat tubuh anaknya selama hampir satu jam. Dia kemudian membawa jasad anaknya ke kelompok simpanse. Ibu simpanse meminta kelompoknya untuk menyelidiki tubuh anaknya. “Pada hari berikutnya, ibu itu tidak lagi membawa tubuh bayi,” terang Cronin.
simpanse-bersedih-3
simpanse-bersedih-4
Laporan yang dipublikasikan dalam American Journal of Primatologi ini memberikan gambaran bagaimana primata bereaksi terhadap kematian orang dekat. Apakah mereka mengerti tentang kematian. Apakah mereka berkabung.
Peneliti percaya bahwa simpanse mengalami masa transisi yang unik. Sebagai ibu, simpanse belajar tentang kematian bayinya. Suatu proses yang belum pernah dilaporkan secara rinci.
“Video ini sangat berharga karena si ibu simpanse memaksa seseorang untuk berhenti dan berpikir tentang apa yang mungkin terjadi dalam benak primata lainnya,” kata Cronin. “Apakah penampil akhirnya memutuskan bahwa simpanse adalah berkabung. Atau, dia hanya ingin memastikan tentang kematian anaknya.”

Dunia Flora dan Fauna


Benarkan Ikan Oarfish Mampu Mendeteksi Gempa Besar?

Bencana tsunami besar melanda pantai timur Jepang pada 11 Maret 2011 silam. Bencana itu terjadi setelah sebuah gempa dahsyat dengan kekuatan 8,9 Skala Richter. Sistem keamanan darurat Jepang, saat terjadi tsunami, tampak bekerja dengan bagus memberi peringatan kepada rakyatnya. Namun, tampaknya sistem peringatan dini itu masih kalah cepat dengan peringatan yang disampaikan oleh kelompok ikan oar (oarfish).
oarfish3-1
Oarfish termasuk ke dalam family Regalecidae yang memiliki empat spesies. Salah satu spesies, Regalecus Glesne, pernah masuk ke dalam Guinnes Book of World Record karena pernah ditemukan seekor yang hidup dengan panjang tubuh hingga mencapai 11 meter (36 kaki).
Tanda-tanda bencana gempa, sepertinya telah dirasakan seminggu sebelum kejadian oleh sekelompok oarfish. Kawanan ikan itu ditemukan terdampar di pantai Jepang, seminggu sebelum tsunami menyapu kawasan pantai timur Jepang.
Kejadian itu, dituliskan oleh laman dailyonigiri.com. Laman itu menuliskan, seminggu sebelum terjadinya gempa besar dan tsunami itu, ditemukan banyak oarfish yang tersapu di daratan pantai Jepang dan sebagian tersangkut di jaring nelayan. Sebelumnya, laman The Telegraph juga pernah memuat artikel tentang oarfish yang muncul ke permukaan sebelum terjadi gempa besar di Cili dan Haiti pada 2010 silam.
oarfish2
Yang menarik, Oarfish ini diduga bisa mendeteksi terjadinya gempa besar. Mengapa demikian?
Oarfish biasanya tinggal di laut dengan kedalaman 1 km (lebih dari 3.000 kaki). Jenis ikan ini sangat jarang ditemukan hidup di laut dengan kedalaman kurang dari 200 meter dari permukaan laut. Ikan ini bisa tumbuh dengan panjang lebih kurang 17 meter (56 kaki).
Menurut kebiasaan kuno Jepang, ikan ini berenang ke permukaan dan pantai sebagai pertanda datangnya gempa bumi. Selain itu, juga terdapat teori ilmiah yang mengatakan binatang lebih sensitif bergerak ke permukaan dari pada manusia.
Beberapa ilmuan percaya ikan yang hidup di laut dalam sangat sensitif terhadap gerakan bumi dan biasanya selalu mendahului terjadinya gempa bumi. Meski demikian, kebanyakan ahli gempa tidak melihat hubungan ilmiah antara fenomena oarfish dengan gempa bumi.
Tapi, apakah mungkin ikan-ikan itu mengetahui apa yang terjadi di bawah permukaan? Pada zaman kuno, ketika belum memiliki peralatan yang canggih, orang-orang Jepang mempercayai beberapa ikan, terutama lele, sebagai pertanda akan terjadinya bencana gempa.

Perawatan Anthurium


Gelombang cinta (Anthurium jenmanii) memiliki nilai yang tinggi pada daun. Eksotis daun jenmanii membuat rela para kolektor keluar uang banyak untuk mengkoleksi saudara kuping gajah ini. Perawatan anthurium lebih menitikberatkan hasil akhir pada daun. Daun jenmanii yang sehat dicirikan oleh tidak ada bekas gerekan hewan, tampak seperti ada lapisan lilin yang licin, mengkilap, warna daun hijau alami.
Penampilan daun gelombang cinta tidak terlepas dari perawatan anthurium yang benar. Perawatan anthurium meliputi komposisi media yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman, pemupukan yang tepat baik dosis dan waktu pemberian, pencegahan serangan hama penyakit.
Jenmanii membutuhkan cahaya matahari 70-80 persen. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan pemberian shading net atau tempatkan di teras rumah. Kebutuhan cahaya matahari yang seperti ini membuat iklim mikro jadi lembab. Komposisi media yang cocok yaitu cacahan akar pakis, kompos matang, pasir, kerikil untuk bagian dasar. Media tanam harus porous yang memudahkan air keluar dari lubang aerasi. Penggantian media tanam dilakukan oleh hobiis jika akar sudah terlihat penuh.
Pupuk yang diperlukan oleh gelombang cinta yaitu pupuk NPK. Kandungan nitrogen lebih tinggi dibandingkan unsur fosfor dan kalium. Hobiis jenmanii pemula lebih baik memilih pupuk NPK majemuk. Hobiis yang berpengalaman menggunakan pupuk tunggal. Ia sudah mengetahui takaran yang sesuai untuk tiap tahap perkembangan tanaman. Apabila pemberian pupuk tersebut terlihat kurang memuaskan hasilnya, pemberian pupuk daun dapat diberikan pada tanaman. Dosis sesuai dengan petunjuk label. Penyemprotan dilakukan pada waktu pagi hari. Penyemprotan diarahkan ke bawah permukaan daun. Penyemprotan dilakukan dengan cara pengkabutan.
Pencegahan hama penyakit dapat dilakukan oleh hobiis dengan penyemprotan obat kimia. Penyemprotan dapat dilakukan satu minggu sekali. Faungisida berguna pencegahan serangan jamur. Insektisida berguna pencegahan serangan serangga. Hama paling bandel yaitu bekicot dan siput telanjang. Pencegahan dapat dilakukan dengan penaburan garam di sekiling pot tanaman gelombang cinta.
Perawatan anthurium lain yang dapat membuat cantik penampilan daun yaitu peeling daun. Daun jenmanii terlihat mengkilap dengan cara pengolesan susu segar dengan kapas pada permukaan daun. Sapuan harus lembut dan halus agar tidak merusak lapisan epidermis daun.

Penghijauan


pengertian penghijauan


PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis Iingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seturuh Indonesia. Termasuk Kediri dan sekitarnya Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan Taman-taman kota, taman-taman Iingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal mi penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan. Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H1206 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Begitu peritingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalarn menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.

Selasa, 08 November 2011

Christo Tantang Unggulan Pertama di Perempat Final

ANTARA/Puspa Perwitasari

Berita terkait


<a href='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/ck.php?n=a6f00733&cb=' target='_blank'><img src='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/avw.php?zoneid=400&cb=&n=a6f00733' border='0' alt='' /></a>
TEMPO Interaktif, Jakarta - Petenis nasional Christopher Rungkat lolos ke perempat final Turnamen Tenis Men’s Future Garuda Indonesia Championships. Pemain unggulan keenam ini akan menantang pemain unggulan pertama Harri Heliovaara dari Filandia, di lapangan tenis Gelora Bung Karno, pada Jumat 30 September 2011.

“Saya akan mencoba tampil semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan. Tidak ada masalah bagi saya melawan unggulan pertama,” kata Christo dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo.

Christo yang kini menduduki peringkat 446 dunia ini memang masih berada di bawah Harri, 252. Namun, Christo mengaku tidak gentar. “Ini tenis dan saya main di depan penonton sendiri. Berbagai kemungkinan dapat terjadi di lapangan,” kata petenis kelahiran Jakarta, 14 Januari 1990.

Christo melangkah ke perempat final setelah menumbangkan rekannya, Elbert Sie, dua set langsung 6-3, 7-5. Sedangkan Harri menyingkirkan petenis India, N. Prasant, 7-6 (2), 4-6, 6-2.

Kemenangan Christo atas Elbert sudah diduga sebelumnya. Karena, keduanya sudah sering berhadapan. Dan hampir setiap kali bertemu, Christo selalu bisa mengatasi permainan Elbert.

WELCOME IN MY BLOG

WELCOME IN MY BLOG

musik

Pengikut